Minggu, 21 Desember 2014

Masjid An-Nuur SDIT Al Ukhuwah Terkena Petir. Yuk Dibantu


Bismillahirrohmanirrohim...

Alhamdulillah, Wash-sholatu was-salaamu 'alaa rasulillah, wa ba'du :

Sahabat ikhwan wal akhwat dimanapun anda berada, khususnya anda yang berdomisili di Wonogiri ataupun perantauan yang berasal dari Wonogiri, ataupun dari mana pun antum berasal.
Pada hari Jum'at tanggal 19 Desember 2014 sekira pukul 17.40 Wib, terjadi musibah yang menimpa SDIT Al Ukhuwah Ngadirojo, Wonogiri, yaitu dengan adanya curah hujan yang lebat diiringi angin dan petir yang menyambar-nyambar, akhirnya atas Kehendak Allah Ta'ala, bangunan Masjid An- Nuur yang merupakan satu komplek dengan SDIT Al Ukhuwah, Ngadirojo, terkena PETIR, yang mengakibatkan bangunan bagian atap rusak, genting berhamburan, plafon internit rusak, instalasi listrik terbakar, bahkan ketika kejadian oleh warga sekitar terdengar keras suara ledakannya.

Oleh karena itu, berdasarkan hasil musyawarah ikhwan - ikhwan tadi siang (Ahad, 21 Desember 2014), dikalkulasikan bahwa untuk biaya perbaikan adalah sekitar Rp 5.000.000,- .

Bila ada kelebihan dana yang masuk, maka penggunaan dana tersebut akan dimanfaatkan untuk menambah sarana dan prasarana SDIT Al Ukhuwah, Ngadirojo.

Bagian tengah Masjid Di dalam


Kubah rusak, genting pecah



Internit jebol


Sebagaian serpihan kerusakan


 BAGI YANG MAU MEMBANTU DANA / UANG,  bisa DITRANSFER KE :
Rekening BRI. Nomor 051-101010870-537
Atas Nama SURANTO

149-0382-140

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
149-0382-140

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
149-0382-140

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
PERHATIAN  !!!!!
Setelah TRANSFER, silahkan langsung konfirmasi / memberitahukan via SMS KE-KEDUA NOMOR berikut ini (HARUS MEMBERI PEMBERITAHUAN KE-KEDUA NOMOR INI) :
1. Ustadz Adam (Kepala Sekolah SDIT) : 081226734845
2. Ustadz Suranto : 085725275909
CONTOH SMS KONFIRMASI / PEMBERITAHUAN :
"Saya telah transfer sekitar jam 11.00 WIB, sejumlah Rp 200.000 ke rekening BCA, untuk perbaikan masjid. Dari Bapak Anton Slogohimo"

Jumat, 24 Oktober 2014

Sejarah Penetapan Tahun Hijriah


Saat ini kita berada di penghujung bulan Dzulhijah; bulan ke 12 dari kalender hijriyah. Besok kita akan memasuki tahun baru hijriyah. Moment yang sangat pas untuk mempelajari kembali sejarah penetapan penanggalan hijriyah.
Kalender hijriyah adalah penanggalan rabani yang menjadi acuan dalam hukum-hukum Islam. Seperti haji, puasa, haul zakat, ‘idah thalaq dan lain sebagainya. Dengan menjadikan hilal sebagai acuan awal bulan. Sebagaimana disinggung dalam firman Allah ta’ala,
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ ۖ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ ۗ َ
Orang-orang bertanya kepadamu tentang hilal. Wahai Muhammad katakanlah: “Hilal itu adalah tanda waktu untuk kepentingan manusia dan badi haji.”(QS. Al-Baqarah: 189)
Sebelum penanggalan hijriyah ditetapkan, masyarakat Arab dahulu menjadikan peristiwa-peristiwa besar sebagai acuan tahun. Tahun renovasi Ka’bah misalnya, karena pada tahun tersebut, Ka’bah direnovasi ulang akibat banjir. Tahun fijar, karena saat itu terjadi perang fijar. Tahun fiil (gajah), karena saat itu terjadi penyerbuan Ka’bah oleh pasukan bergajah. Oleh karena itu kita mengenal tahun kelahiran Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam dengan istilah tahun fiil/tahun gajah. Terkadang mereka juga menggunakan tahun kematian seorang tokoh sebagai patokan, misal 7 tahun sepeninggal Ka’ab bin Luai.” Untuk acuan bulan, mereka menggunakan sistem bulan qomariyah (penetapan awal bulan berdasarkan fase-fase bulan)
Sistem penanggalan seperti ini berlanjut sampai ke masa Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam dan khalifah Abu Bakr Ash-Sidiq radhiyallahu’anhu. Barulah di masa khalifah Umar bin Khatab radhiyallahu’anhu, ditetapkan kalender hijriyah yang menjadi pedoman penanggalan bagi kaum muslimin.

Latar Belakang Penanggalan

Berawal dari surat-surat tak bertanggal, yang diterima Abu Musa Al-Asy-‘Ari radhiyahullahu’anhu; sebagai gubernur Basrah kala itu, dari khalifah Umar bin Khatab. Abu Musa mengeluhkan surat-surat tersebut kepada Sang Khalifah melalui sepucuk surat,
إنه يأتينا منك كتب ليس لها تاريخ
“Telah sampai kepada kami surat-surat dari Anda, tanpa tanggal.”
Dalam riwayat lain disebutkan,
إنَّه يأتينا مِن أمير المؤمنين كُتبٌ، فلا نَدري على أيٍّ نعمَل، وقد قرأْنا كتابًا محلُّه شعبان، فلا ندري أهو الذي نحن فيه أم الماضي
“Telah sampai kepada kami surat-surat dari Amirul Mukminin, namun kami tidak tau apa yang harus kami perbuat terhadap surat-surat itu. Kami telah membaca salah satu surat yang dikirim di bulan Sya’ban. Kami tidak tahu apakah Sya’ban tahun ini ataukah tahun kemarin.”
Karena kejadian inilah kemudian Umar bin Khatab mengajak para sahabat untuk bermusyawarah; menentukan kalender yang nantinya menjadi acuan penanggalan bagi kaum muslimin.

Rabu, 24 September 2014

Jembatan Timbang Wonogiri,kembali beroperasi


Solopos.com, WONOGIRI - Jembatan Timbang Selogiri (JTS) di Wonogiri kembali beroperasi mulai Rabu (17/9/2014). Jembatan timbang tersebut ditutup sementara lantaran perbaikan untuk peningkatan kapasitas muatan sejak awal Juni lalu.
Kini, kapasitas muatan JTS bertambah dari 50 ton menjadi 80 ton. Adapun panjang jembatan juga bertambah dari 12 meter menjadi 14 meter.

Kasi Pengawasan dan Operasional Unit Pelayanan Perhubungan (UPP) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) wilayah Wonogiri, Budiyanto, mengatakan sesuai peraturan daerah (perda) Provinsi Jateng No 1/2012 tentang Pengendalian Angkutan Barang,  jumlah muatan angkutan barang harus sesuai ketentuan.
“Batas maksimum muatan yang diizinkan untuk wilayah Wonogiri 7,5 ton-8 ton. Jika ada angkutan barang yang melanggar akan diberi tilang. Muatan angkutan barang akan diturunkan jika sudah melanggar aturan berkali-kali,” katanya saat ditemui solopos.com di kantornya, Rabu.

Pemeriksaan kendaraan angkutan barang akan melibatkan polisi lalu lintas dan anggota TNI. Hal ini dilakukan untuk mencegah praktik pungutan liar (pungli) yang kerap terjadi di jembatan timbang.
Tak hanya itu, jumlah petugas di jembatan timbang akan ditambah dua kali lipat. Saat ini, jumlah petugas di jembatan timbang sekitar 30 personel.

Tambahan petugas itu berasal dari jembatan timbang di Jateng yang ditutup pasca Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo marah-marah memergoki aksi pungutan liar (pungli) di Jembatan Timbang Subah, Kabupaten Batang pada April lalu.
Seorang sopir truk, Warjiman, menuturkan dia mendukung pengawasan pemeriksaan angkutan barang di setiap jembatan timbang.

Air Zam-Zam


Siapa yang tak kenal air Zamzam. Rasanya yang segar dan menyejukkan, khasiat yang dikandung, plus keutamaan-keutamaannya yang disebutkan di dalam hadits-hadits merupakan beberapa alasan kenapa air yang dijadikan oleh-oleh haji yang satu ini banyak ditunggu..

Sumur Zamzam adalah sumur yang digali oleh malaikat. Disebutkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dalam riwayat Al-Bukhari rahimahullahu bahwasanya tatkala Hajar, istri Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, ditinggalkan sendiri di lembah Mekah, bayi Nabi Ismail menangis kehausan. Hajar pun melihat keadaan sekitar (waktu itu Mekah adalah tempat yang tandus, tidak ada mata air sehingga tidak ada penghuninya). Dia berbolak-balik dari bukit Shafa dan Marwah, mencari bala bantuan. Hingga, pada kali yang ketujuh dia mendengar suara. Ternyata, itu adalah malaikat yang sedang membuat sebuah mata air.

Mata air inilah yang menjadi cikal bakal kota Mekah. Karena air adalah sesuatu yang sangat berharga di padang pasir, orang pun mulai berdatangan untuk singgah. Ditambah Ka’bah yang merupakan tempat haji bagi penganut agama Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, Kota Mekah pun menjadi sebuah kota penting.

Dahulu, sumur Zamzam sempat terkubur dan tertinggalkan. Hingga, Abdul Muththalib, kakek Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam, menggalinya kembali. Disebutkan oleh ahli sejarah Islam, Ibnu Ishaq rahimahullahu (w. 150 H) dalam sebuah riwayat dari Ali bin Thalib radhiyallahu ‘anhu, dia menuturkan bahwa saat Abdul Muththalib sedang tidur di Hijr (yang sekarang lebih dikenal dengan Hijr Ismail), dia bermimpi untuk menggali sumur. Demikianlah, akhirnya dia pun menggali sumur tersebut untuk memberi minum orang-orang yang berhaji (syariat haji sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim ‘alaihis salam).

Sumur Zamzam berada di dalam kompleks Masjidil Haram sekitar 20 m di timur Ka’bah. Dalamnya sekitar 30,5 m dan diameter sekitar 1,8-2,66 m. Dari sisi ilmu hidrologi, sumur Zamzam terletak di lembah Ibrahim yang terbentang di sepanjang kota Mekah Al-Mukarramah. Sumur ini menyerap air tanah pegunungan sekitarnya.

Skematis sumur Zamzam adalah sebagai berikut: Dari permukaan tanah hingga kedalaman 13,5 m terdiri atas lapisan aluvium lembah Ibrahim yang terdiri dari pasir halus, kemudian 0,5 m setelahnya merupakan lapisan batu permeabel, dan selebihnya sekira 17 m hingga dasar sumur adalah lapisan batuan beku diorit.

Minggu, 30 Maret 2014

Banijir Di Wonogiri


WONOGIRI — Hujan deras yang terjadi pada Senin (24/3/2014) malam menyebabkan enam desa di Kecamatan Selogiri, Woniogiri, terendam banjir, Selasa (25/3/2014) pagi. Keenam desa tersebut adalah Desa Jendi, Desa Pule, Desa Jaten, Desa Kepatihan, Desa Gemantar dan Desa Singodutan.

Air mulai menggenangi rumah warga pada Rabu sekitar pukul 05.40 WIB. Hingga berita ini ditulis, otoritas Kecamatan Selogiri masih mendata rumah yang terendam dan infrastruktur yang mungkin rusak. Banjir menggenangi lahan sawah dan rumah warga di lima desa itu.

Camat Selogiri, Bambang Haryanto mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan terjadinya musibah itu. “Kami sudah berkoordinasi dengan tim SAR, PMI, BPBD Wonogiri, Dinsos Wonogiri, dan instansi terkait. Tidak ada korban jiwa tetapi dikabarkan infrastruktur jembatan rusak.”
Salah seorang warga Brajan, Desa Singodutan, Hartono mengaku rumahnya terendam air sejak pukul 05.30 WIB. Hingga berita ini ditulis warga bersama tim relawan melakukan penyelamatan barang dan menepi ke lokasi aman. Ketinggian air dikabarkan  mencapai 40 cm hingga satu meter.

Sementara itu, Hujan dengan curah tinggi yang mengguyur Selogiri, Jumat (28/3/2014) pagi, juga mengakibatkan jembatan antardusun di Desa Keloran, Kecamatan Selogiri, putus. Jembatan yang dibangun swadaya warga pada beberapa tahun terakhir tak mampu menahan derasnya air bah.

Akibatnya warga yang hendak menyeberang antardusun di desa itu harus memutar jalan. Kepala Desa Keloran, Maryanto menjelaskan, lenyapnya jembatan diketahui Jumat pagi. Menurutnya, bangunan jembatan yang menghubungkan antardusun itu diperkirakan hanyut Jumat dini hari sekitar pukul 02.15 WIB saat hujan deras semalam. Jembatan yang terletak di Dusun Keloran RT 001/RW 005, Desa Keloran, Selogiri itu, memiliki panjang 15 meter, tinggi 5 meter dan lebar 3 meter.

Dia sudah melakukan pengecekan dan melaporkannya ke Camat Selogiri. Maryanto menyatakan, warga tidak mampu membangun jembatan itu lagi karena sedang dilanda bencana. “Kami berharap, perbaikan jembatan ditangani oleh pemerintah kabupaten. Jembatan itu menghubungkan antardusun, yakni warga RT 001 dan warga RT 002.”

Selain itu, jebolnya talut Bendung Krapyak di Dusun/Desa Kepatihan akibat banjir pada Selasa (25/3/2014), mengancam lahan pertanian seluas 20 hektare kering. Selama ini, keberadaan bendung itu dimaksudkan sebagai penahan laju air agar bisa dimanfaatkan untuk air irigasi di Desa Kepatihan hingga Desa Pule. Hingga kini, bendung tersebut belum ditangani.

Lebih lanjut dikatakannya, selain jembatan, pagar rumah milik Mardi, warga Dusun Mlati juga ambrol. Pagar yang ambrol tersebut memiliki panjang 10 meter dan tinggi 4 meter. Terpisah, Kades Kepatihan, Sutrisno, menjelaskan Bendung Krapyak berfungsi menahan arus air dari Dam Pakis. “Jebolnya talut Bendung Krapyak mengakibatkan air dari dam tidak tertahan. Akibatnya air itu turun percuma sehingga tidak bisa dimanfaatkan untuk pengairan lahan persawahan.”

Sutrisni menegaskan, jika tidak segera diperbaiki patani Kepatihan dan Pule kembali mengandalkan air hujan. “Jika Bendung Krapyak jebol, lahan persawahan seluas 20 hektare menjadi lahan tadah hujan.”

Sumber : solopos.com